CATATAN ANAK X-RAY 2012
Image by Cool Text: Free Logos and Buttons - Create An Image Just Like This SELAMAT DATANG DI BLOG RADIOLOGI SEMOGA BERMANFAAT KODE ETIK RADIOGRAFER | CATATAN ANAK X-RAY 2012 ATRO MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Jumat, 17 Mei 2013

KODE ETIK RADIOGRAFER


Kemanggisan - Slipi, Penghujung tahun 1999

Ketika itu hari pertama aku kerja di sebuah Klinik di bilangan kemanggisan. Siang yang terik, membuat tubuhku basah kuyup dibanjiri keringat. Di ruang tunggu (dihalaman klinik) ratusan wanita bergerombol membentuk kelompok-kelompok yang terdiri atas lima hingga sepuluhan. Malamnya aku sudah ketemu dengan Cicih (apa Enci ??!) panggilan akrab si pemilik klinik. Disampaikan bahwa siang ini akan ada ratusan calon TKi yang hendak chek-up.

Aku langsung ketemu dengan assisten enci (lebih tepatnya SECURITY Klinik), lalu diantarnya aku ke lantai dua (tepatnya di ruang radiologi berada). Subhanallah.... ternyata diatas juga sudah ada pasien dan tidak kalah banyaknya dengan yang di bawah.

Aku dikenalkan dengan sesorang yang usianya sudah lebih dari paruh baya (kira-kira 60 tahu lewat) sebut saja Pak Joko (nama samaran). Beliau sudah lebih 13 tahun mengabdi di klinik tersebut ---setidaknya, demikian pengakuan dirinya---- dan mulai akhir tahun ini (1999) berencana akan istirahat tuk menikmati masa pensiunnya. o,ya Pak Joko dines selalu pagi hari, karena sorenya musti kerja di sebuah rumah sakit negeri bergengsi di Jakarta sebagai Petugas dark Room.

Menariknya, selama ini dengan pasien yang jumlahnya beratus0-ratus tersebut, Ia kerjakan dengan seorang diri dengan menggunakan alat cuci konvensional eh, manual. Luar biasa.

Usut punya usut, ternyata dalam melayani pasien, Pak Joko langsung sekali memanggil pasien ---untuk masuk ke ruang radiologi--- sejumlah lima atau tujuh orang. Ruang radiologi yang ukurannya hanya kira-kira tiga x empat meter tersebut praktis sumpek.

Betapa tidak, 5-7 wanita langsung diminta masuk dan "maaf" langsung disuruh lepas baju atas (keseluruhannya dengan tanpa sisa) secara bersamaan tanpa ada pembatas / penutup / hizab/ baju pasien 'mini' sekalipun.

Pasca diinstruksikan pak Joko, wanita-wanita tersebut pada mulannya ragu-ragu, malu-malu, lalu akhirnya TERPAKSA mau.

Jangankan wanita tersebut, akupun dibuatnya risih.

Rekan-rekan sejawat Radiografer, bertolak pada pengalaman tersebut sebagai bahan pencerahan berikut saya cuplikkan materi KODE ETIK RADIOGRAFER yang saya comot dari konsep STANDAR PROFESI RADIOGRAFER di bab VI.

Selamat ber-INSTROPEKSI, semoga bermanfaat.

SUMBER : http://cafe-radiologi.blogspot.com/search/label/Etika%20Profesi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar