CATATAN ANAK X-RAY 2012
Image by Cool Text: Free Logos and Buttons - Create An Image Just Like This SELAMAT DATANG DI BLOG RADIOLOGI SEMOGA BERMANFAAT ISTILAH, DEFINISI DAN PENGERTIAN “ETIKA” | CATATAN ANAK X-RAY 2012 ATRO MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Jumat, 17 Mei 2013

ISTILAH, DEFINISI DAN PENGERTIAN “ETIKA”



BAB I. PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu Ethos, yang secara etiminologi berarti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan. Dalam kamus umum Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta, 1953) etika dijelaskan sebagai ilmu pengetauan tentang azas-azas akhlak (moral), sedangkan dalam kamus besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988) etika dibedakan dalam tiga arti:
1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk tentang hak dan kewajiban moral (akhlak)
2. Kumpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak
3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat
Etika merupakan suatu ilmu yang normatif, dengan sendirinya berisi norma dan nilai-nilai yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Titik berat penilaian etika ialah perbuatan baik atau jahat, susila atau tidak.
Manusia dalam semua perbuatannya, bagaimanapun juga mengajarkan sesuatu yang baik. Perbuatan baik merupakan tanggung jawab moral bagi semua manusia dan pelaksanaan dari tanggung jawab ini sebagai pencerminan dari jiwa yang berpribadi. Bertanggung jawab berarti pula memfungsionalkan sifat-sifat manusia untuk mempertahankan pribadi yang luhur, serta dapat mendudukkan nilai harga dari manusia sebagai manusia. Seperti kita ketahui etika itu sangat menentukan kebiasaan kita dan tingkah laku kita terhadap sesuatu hal yang menyangkut akan budi pekerti manusia.

I.2 TUJUAN
Tujuan kita mempelajari etika adalah meningkatkan diri kita terhadap moral, norma dan sikap kita dalam menjalani sesuatu, etika itu harus digunakan sebagai taraf kesopanan kita untuk menghadapi manusia dengan berbagai sifat, suku, ras, bahasa, dan negara. Dengan kita mempelajari etika jadi kita mengerti mana yang baik dan buruk, sehingga kita bisa mengambil manfaatnya.

I.3 MANFAAT
Etika dapat mengatur tingkah laku dalam kehidupan kita, baik itu dalam kehidupan pergaulan, pekerjaan atau bermasyarakat. Sehinggga kita dapat membedakan mana yang baik atau buruk dalam melakukan suatu perbuatan. Dan etika juga dapat menjadikan tolak ukur dari kita sebagai manusia dengan manusia lain, yang menimbulkan sikap saling menghormati dan menghargai walaupun berbeda agama, ras, bahasa, bangsa, suku, dan adat isitiadat satu sama yang lain.

 
STANDAR PROFESI RADIOGRAFER

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Radiofgrafer adalah tenaga kesehatan yang diberi tugas, wewenang dan tanggung jawab oleh pejabat yarig berwenang untuk melakukan kegiatan radiografi dan imejing di unit Pelayanan Kesehatan. Radiografer merupakan tenaga kesehatan yang member! kontribusi bidang radiografi dan imejing dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Radiografer lebih banyak di dayagunakan dalam upaya pelayanan kesehatan rujukan dan penunjang, utamanya pelayanan kesehatan yang menggunakan peralatan / sumber yang mengeluarkari radiasi pengion dan non pengion. Saat ini radiografer di dalam menerapkan kompetensinya masih difokuskan pada pelayanan radiologi, yaitu meliputi pelayanan kesehatan bidang radiodiagnostik, imejing, radioterapi dan kedokteran nuklir.

Dalam menjalankan tugasnya baik secara mandiri maupun dalam satu tim dengan tenaga kesehatan lainnya (Dokter, Dokter Spesialis, Dokter Spesialis Radiologi, Dokter Kedokteran Nuklir, dll ) memberikan pelayanan kesehatan bidang radiasi kepada masyarakat umum maupun ilmiah sesuai dengan tugas dan fungsinya sebatas kewenangan yang di landasi oleh Etika Profesi.


  RENUNGAN RADIOGRAFER HANDAL

RENUNGAN

Senyampang masih di bulan Ramadhan, mari kita berkaca:

I. Prilaku terpuji radiografer terhadap pasien di pelayanan radiologi


a. Tidak membeda-bedakan pasien dari sukunya, agamanya, status sosialnya dan jenis kelaminnya

b. Mengerjakan pekerjaan dengan tulus ikhlas terhadap pasien
c. Memberikan pelayanan terbaik terhadap pasien
d. Menjaga rahasia tentang keadaan pasien
e. Menjaga kepercayaan pasien
f. Memanggil nama pasien dengan jelas, sopan dan benar
g. Selalu bersikap ramah dan sopan terhadap pasien
h. Merhargai keinginan pasien bila tidak ingin diperiksa olehnya
i. Menghormati setiap pasien yang melakukan pemeriksaan radiologi
j. Melayani pasien sesuai dengan prosedur dan kode etik radiografer
k. Menjaga wibawa seorang radiografer didepan pasien
l. Melakukan pemeriksaan radiologi terhadap pasien sesuai dengan ilmu yang didapat selama pembelajaran di ATRO DEPKES
m. Bersikap sabar terhadap pasien yang kurang baik padanya
n. Bertanggung jawab terhadap pemeriksaan yang dilakukan pada pasien yang ditangani
o. Menciptakan suasana yang nyaman dan bersahabat terhadap pasien

II. Prilaku terpuji radiografer terhadap keluarga pasien di pelayanan radiologi


a. Bersikap ramah pada keluarga pasien yang ada diradiologi

b. Menciptakan suasana yang hangat pada keluarga pasien
c. Memberikan informasi yang jelas dan benar terhadap keluarga pasien
d. Menghormati keluarga pasien yang mengantar pasien
e. Membantu apabila keluarga pasien memerlukan bantuan
f. Memberikan penjelasan kepada keluarga pasien tentang tata tertib berada diruang Radiologi
g. Mengamankan keluarga pasien dari bahaya radiasi
h. Melayani keluarga pasien dengan senang hati
i. Menghargai keluarga pasien yang mengantar pasien
j. Memberitahukan prosedur pemeriksaan kepada keluarga pasien
k. Memberitahukan kepada keluarga pasien untuk menjaga kebersihan dilingkungan Radiologi
l. Meminta persetujuan pemeriksaan yang akan dilakukan kepada keluarga pasien
m. Meminta kepada keluarga pasien untuk menjaga ketertiban selama jalannya pemeriksaan
n. Tidak membeda-bedakan keluarga pasien yang mengantar pasien dari sukunya, agamanya, status sosialnya dan jenis kelaminnya
o. Bersikap sabar terhadap keluarga pasien yang kurang baik padanya

https://www.google.com/search?q=etika+profesi+radiografer+radiologi&client=firefox-a&rls=org.mozilla:id:official&channel=fflb&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei=6E6WUZ-dF8milQXmw4CQCw&ved=0CAcQ_AUoAQ&biw=1366&bih=665#client=firefox-a&rls=org.mozilla:id%3Aofficial&channel=fflb&tbm=isch&sa=1&q=etika+profesi+radiografer&oq=etika+profesi+&gs_l=img.1.0.0i24.3078672.3086353.2.3088723.35.10.0.7.7.2.793.3273.1j2j2j2j1j1j1.10.0...0.0...1c.1.12.img.zRdWMsHa-4w&bav=on.2,or.r_cp.r_qf.&bvm=bv.46471029,d.aGc&fp=ae79b29e06dd21b8&biw=1366&bih=665&imgrc=_qfa39dwvmBMaM%3A%3BrP0iwK0OyoPosM%3Bhttps%253A%252F%252Flh3.googleusercontent.com%252F-DR3poCWmy_U%252FTXMDzHtXnSI%252FAAAAAAAAAk8%252FJRBRI7LCxl4%252Fs1600%252Fe.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fradiograferatrosumbar.blogspot.com%252F2011%252F06%252Fdasar-dasar-mamography.html%3B565%3B408 

 


SUMBER : http://cafe-radiologi.blogspot.com/search/label/Etika%20Profesi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar